Bapak…

cerita ayah, motivasi keluarga

Anak dan Bapak [eranjayne.com]

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang berada di perantauan, atau yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, atau yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya, akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya. Lalu bagaimana dengan Bapak? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaannya setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Bapak-lah yang mengingatkan ibu untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Bapak bekerja dan dengan wajah lelah Bapak selalu menanyakan pada ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu seorang anak perempuan kecil. Bapak biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Bapak mengganggapmu bisa, Bapak akan melepaskan roda bantu di samping sepedamu. Kemudian ibu bilang : “Jangan dulu pak, jangan
dilepas dulu roda bantunya” ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Bapak dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu bahwa putri kecilnya PASTI
BISA!

Pada saat kamu menangis merengek minta boneka atau mainan baru, ibu menatapmu iba. Tetapi Bapak akan mengatakan dengan tegas :“Boleh.. Tapi belinya nanti, tidak sekarang” Tahukah kamu, Bapak melakukan itu karena Bapak tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutannya selalu dipenuhi?

Saat kamu sakit batuk /pilek, Bapak yang sangat khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang kamu jangan minum air es!”. Berbeda dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu
Bapak benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja. Kamu mulai menuntut pada Bapak untuk dapat izin keluar malam, dan Bapak bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Bapak melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Bapak, kamu
adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Bapak, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan ibu yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah. Tahukah kamu, bahwa saat itu Bapak memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Bapak sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang teman laki-lakimu mulai sering menghubungimu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,
Bapak akan memasang wajah dingin. Bapak sesekali menguping dan mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.
Sadarkah kamu, kalau hati Bapak merasa cemburu..

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Bapak melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu memaksa Bapak untuk menambah jam malamnya. Maka yang dilakukan Bapak adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati
yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Bapak akan mengeras dan Papa memarahimu…

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti Bapakmu akan segera datang. Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Bapaknya.

Ketika lulus SMA, Bapak akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah,bahwa paksaan yang
dilakukannya itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Bapak tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginannya.

Ketika kamu menjadi gadis dewasa. Dan kamu harus pergi kuliah di kota lain. Bapak harus melepasmu.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu. Bapak hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa
lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu dan berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Bapak melakukan itu semua agar kamu KUAT, kuat untuk pergi dan terus menjadi dewasa.

Di saat kamu butuh uang untuk biaya semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Bapak. Bapak pasti berusaha keras mencari jalan agar anak kebanggaannya tetap merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Bapak tahu ia tidak bisa memberikan selain yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Bapak adalah : “Tidak. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Bapak, Ia sangat ingin
mengatakan “Iya sayang, nanti Bapak belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Bapak merasa gagal membuat anaknya tersenyum.

Ketika saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Bapak adalah orang pertama yang berdiri dan member tepuk tangan untukmu. Bapak tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri yg dulu kecil dan tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan
telah menjadi Orang”.

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Bapak untuk mengambilmu darinya. Bapak akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Bapak tahu. Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya..bSaat Bapak melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Bapak pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Bapak pergi ke belakang panggung sebentar dan menangis. Bapak menangis karena Bapak sangat berbahagia, kemudian Bapak berdoa dalam lirih doanya kepada Allah Ta’ala: “Ya Robb, tugasku telah selesai untuk mendidik anak yang Engkau titipkan. Putri kecilku yang lucu dan sangat ku sayangi kini telah menjadi wanita dewasa yang cantik dan mandiri. Bahagiakanlah ia bersama suaminya. “

Setelah itu Bapak hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Bapak telah menyelesaikan tugasnya.

Memang Bapak, Papa, Ayah, Abah kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin
bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…

(FP: Dakwah Kreatif)

, ,

No comments yet.

Leave a Reply