Cerita Motivasi Kepemimpinan Kharismatis dari Jendral Napoleon Bonaparte

Terlepas kontroversi penjajahan yang dilakukan oleh negara Perancis, ada sosok pemimpin masa lalu dari negara Perancis yang dapat kita ambil pelajaran darinya, sebagai bahan motivasi perbaikan diri.

Tidak ada yang bisa menyatukan orang dengan pemimpin dengan lebih efektif daripada sebuah hubungan personal, sebuah bukti bahwa pemimpin mengakui individu dan menghargai masukan mereka.

Pemimpin kharismatis harus mencoba mengenal sebanyak mungkin orang dalam tim mereka. Diakui dan disapa dengan menggunakan nama membuat orang merasa dihargai.

.

Jenderal besar Prancis, Napoleon Bonaparte, yang di kemudian hari menjadi Kaisar Perancis, mengilhami kesetiaan fanatik dari pasukannya. Ia cepat memberikan penghargaan atas tindakan berani dan prestasi pasukan yang menyolok mata, sering melakukan kenaikan pangkat dan penghargaan bahkan di medan pertempuran sendiri. Diceritakan bahwa Bonaparte tidak pernah melupakan satu wajah pun dan ia bahkan sering menghafal nama dan mengingat dengan baik dalam pertempuran apakah seorang prajurit berlaga bersamanya. Namun, Napoleon bekerja keras untuk menumbuhkan kemampuan ini dengan menghabiskan waktunya menghafal nama dalam ingatannya yang luar biasa.

Memoar Madame de Remusat, wanita yang mendampingi istri Napoleon, Permaisuri Josephine, memberikan sebuah penjelasan kontemporer yang begitu jelas tentang Napoleon sebagaimana terlihat melalui sudut pandang istana kekaisaran.

Penerimaan Bonaparte terhadap pasukannya tidak lain menunjukkan rasa gembira yang amat sangat. Sangat menyenangkan melihat caranya berbicara dengan para prajurit, bagaimana ia menanyai mereka satu persatu untuk menghargai perjuangan dan luka-luka mereka, memberikan perhatian khusus kepada orang-orang yang telah menemaninya ke Mesir. Saya mendengar bahwa Madame Bonaparte mengatakan bahwa suaminya memiliki kebiasaan membaca daftar yang disebutnya sebagai kader pasukan di malam hari sebelum tidur. Ia akan berbaring dengan menghafal nama pasukannya dan bahkan nama sejumlah orang yang menjadi anggota pasukan-pasukan tersebut. Ia menyimpan nama-nama tersebut dalam otaknya dan kebiasaan ini membantunya saat ia hendak menyapa dan memberinya rasa bangga karena mendapat sapaan dari jendralnya. Ia berbicara pada para penggantinya dalam nada yang penuh keakraban yang membuat mereka bahagia saat ia mengingatkan semuanya tentang prestasi di medan pertempuran.

Kemampuan untuk mengenali anggota tim kerja merupakan sebuah aset bagi pemimpin dalam bidang apapun. Hal ini membuat orang merasa dihargai dan membuahkan ikatan emosianal dengan pemimpinnya. Tidak ada yang bisa menggantikan pengakuan yang tulus: kemampuan untuk mengingat bahwa Anda pernah menemui seseorang sebelumnya dan dalam bagian perusahaan mana mereka bekerja. Kemampuan mengingat nama dan wajah ialah yang terbaik. Ini tidak mudah dilakukan bahkan di dalam sebuah perusahaan berskala sedang. Namun waktu yang dihabiskan untuk mempelajari daftar staf tidak akan sia-sia. Tanyakan pada kolega untuk memberikan petunjuk tentang kolega yang hendak Anda temui untuk membantu menyegarkan ingatanAnda.

.

Jadi, jika Anda hendak menjadi pemimpin yang karismatik, mulailah mengasah kemampuan mengingat nama dan wajah orang-orang yang pernah berinteraksi dengan Anda. Semoga tokoh inspiratis Jendral Napoleon Bonaparte ini dapat memberikan motivasi kuat bagi Anda untuk mengasah kemampuan diri.

, , ,

No comments yet.

Leave a Reply