Cerita Renungan – Yakin Sudah Melakukannya Dengan Tanpa Cacat

kisah motivasi renungan menenun kain

Menenun kain

Alkisah pada zaman tabi’in dulu, ada seorang penenun kain yang hendak menjual kain tenunannya kepada seorang calon pembeli.

Layaknya seorang calon pembeli, maka ia pun meneliti kualitas kain tenun tersebut, terlebih ia adalah seorang yang dikenal ahli dalam memahami kualitas kain tenunan. Setelah diamati berulang-ulang, ia pun mengatakan, “Kain ini bagus, tetapi sayang, kain ini ada cacatnya, sehingga aku tidak bisa membelinya.”

Mengetahui hal tersebut, sang penenun kain menangis keras tersedu-sedu. Hingga kemudian si calon pembeli mengatakan, “Janganlah menangis seperti itu, biarlah aku beli kain tenun tersebut jika itu memang membuat mu dapat berhenti menangis. Sebutkan berapa harganya?”

Apa jawab si penenun kain tersebut, “Ketahuilah, sebab aku menangis bukan karena tidak jadi engkau beli, meskipun aku si penenun kain tersebut. Begitu lama, hari demi hari ku kubuat kain tenunan ini dengan penuh perhatian, hingga aku merasa yakin bahwa kain ini tidak memiliki cacat sedikitpun. Ternyata, oleh engkau yang dikenal sebagai ahli kain, mampu melihat cacat di kain yang kutenun ini.”

Begitulah, aku menangis karena ku sangka amal perbuatanku selama ini tidak ada cacatnya, tetapi mungkin saja di sisi Allah yang Maha Mengetahui, ada cacat pada amalan yang kukerjakan, sehingga Ia menolak amalan-amalanku.

, ,

No comments yet.

Leave a Reply