Jangan Takut Bermimpi

Jangan Takut Bermimpi – Zaman dahulu ada 2 desa yang dipisahkan sebuah bukit. Sehingga desa yang satu gemah-ripah-lohjinawi atau bahasa sederhananya “Subur-makmur dan hidup sejahtera”. Sedangkan desa yang satu lagi sangat tandus dan mereka hidup kekurangan, sehingga beberapa pindah dari desa ini.

Waktu terus berlalu tanpa adanya perubahan. Sampai akhirnya ada seorang ayah sebut saja Umar yang ingin mewujudkan impiannya, ingin merubah nasibnya selama ini dan itu disampaikan kepada ke-3 anak laki-lakinya, “Wahai anak-anakku, mulai besok ayah akan menggali bukit itu agar kondisi desa kita bisa berubah..” Tapi ke-3 anaknya menganggap itu hal yang mustahil dilakukan, bahkan menganggap ayah mereka sudah gila.

Jangan Takut Bermimpi

Menggali Bukit [kuhascexpress.blogspot.com]

Keesokan harinya Umar benar-benar melaksanakan niatnya, setelah sholat Subuh beliau pergi ke bukit dengan membawa cangkul untuk menggali bukit. Penduduk desapun menganggap Umar sudah gila dan ke-3 anaknya juga berusaha menasehati ayahnya, namun Umar tidak mau merubah pendiriannya. Beliau sangat yakin bisa mewujudkan Impiannya. Hari berganti hari, pekan berganti pekan, lama-lama ke-3 anaknya mulai berpikir ulang…”Jangan-jangan ayah benar”. Akhirnya ke-3nya pun sepakat membantu ayah mereka, sehingga setip pagi satu keluarga ini mengalokasikan sebagian waktunya untuk menggali bukit dan penduduk desapun makin yakin satu keluarga itu sudah gila semua.

Tanpa terasa waktu terus berlalu. Sampai akhirnya satu demi satu penduduk desa mulai membantu apa yang dilakukan oleh keluarga Umar sampai suatu waktu impian mereka benar-benar terwujud. Sekarang nasib penduduk desa sudah berubah total yang semula serba kekurangan sekarang subur, makmur, dan sejahtera.

Mengapa Jangan Takut Bermimpi?

Sahabat… Sebagian dari kita barangkali takut bermimpi karena menganggap bahwa impiannya terlalu besar dan mustahil meraihnya. Bagai punguk merindukan bulan. Padahal kita sadar untuk bermimpi besar itu benar-benar gratis.

Mungkin anda ingat ketika di dunia ini belum ada produk air putih dalam kemasan. Mereka menganggap ide bodoh dan gila menjual air putih. Apalagi di Indonesia, yang begitu berlimpahnya air bersih. Saat itu, air putih tidak ada harganya, anda bisa memintanya di warung tanpa membayar.

Tapi sungguh luar biasa, perusahaan pelopor air mineral, melihat peluang itu, dan mengubah mindset masyarakat, bahwa air putih pun harus beli. Ya, konsumen harus membeli satu botol air putih lebih mahal daripada harga bensin saat itu. Luar biasa. Yakinlah semua itu berawal dari impian, bukan sekedar impian kecil, tapi sebuah impian besar…!

refrensi :  ceceem.blogspot.com dan jagatmotivasi.com

, , , , , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply