Kepala ikan sebagai tanda kebahagiaan 50 tahun pernikahan

Kepala Ikan

Kepala Ikan [genuardis.net]

Kepala ikan sebagai tanda kebahagiaan 50 tahun pernikahan – Dikisahkan di sebuah pesta emas peringatan 50 tahun pernikahan dari sepasang kakek nenek yang dikenal sangat rukun nan romantis.

Di meja makan mereka berdua tersedia hidangan ikan kegemaran pasangan tersebut. Sang kakek melayani sang nenek dengan mengambilkan kepala ikan, kemudian mengambil sisa ikan tersebut untuk dirinya.

Sang nenek terdengar berkata, “Suamiku, kita telah menikah 50 tahun, dan selama ini aku begitu mencintaimu. Namun terus terang, aku kecewa mengapa engkau selalu hanya memberiku kepala ikan saja bahkan sampai hari ini? Tahukah engkau kalau sebetulnya aku sangat tidak suka makan kepala ikan? Selama 50 tahun ini, aku selalu berusaha memberikan bagian daging terbaik untukmu dan hanya menyantap kepala ikan yang tidak enak ini. Engkau sungguh tidak memahamiku. Aku tidak tahan lagi untuk mengungkapkan hal ini.”

Mendengar ungkapan kekecewaan sang nenek, sang kakek terkejut dan hatinya sangat sedih mendengarkannya. Akhirnya, sang kakek pun menjawab, “Istriku, saat engkau memutuskan menikah denganku, aku bertekad untuk selalu membahagiakanmu dengan memberikan selalu yang terbaik untukmu.

Sejujurnya, hidangan kepala ikan ini adalah hidangan kesukaanku sejak kecil. Namun, aku selalu menyisihkan hidangan kepala ikan ini untukmu, karena aku ingin memberikan yang terbaik bagimu. Semenjak menikah denganmu, tidak pernah lagi aku nikmati hidangan kepala ikan favoritku. Aku hanya bisa menikmati daging ikan yang tidak aku suka karena banyak tulangnya itu. Aku minta maaf, istriku.” Mendengar hal tersebut, sang nenek pun menangis terharu. Mereka pun akhirnya berpelukan.

Hikmah yang bisa kita petik dari kisah kepala ikan diatas

Kadang hanya karena masalah sepele, hubungan berakhir kandas. Kualitas hubungan tergantung pada seberapa jauh orang lain kita kenali, serta seberapa besar dapat kita pahami dan maklumi. Butuh kelapangan dada dan kebesaran jiwa.

Adakan waktu khusus berdua dengan pasangan. Alokasikan waktu khusus untuk berbicara secara pribadi, dari hati ke hati. Bukalah percakapan dengan komitmen menjaga hubungan ini; melalui keterbukaan, dengan terus-terang, diiringi penyampaian yang baik, niscaya akan dapat melanggengkan hubungan.

Mari belajar memahami pasangan, saudara, sahabat dan kerabat dengan kerendahan hati. Selalu-lah berpikir, berkata dan bertindaklah secara baik nan bijak… Selamat menikmati hidup dengan kualitas terbaik.

Ingin baca artikel tentang Kisah Kakek, Cucu, dan Seekor Kuda Poni silahkan klik disini

, , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply