Menulis di Atas Pasir, Memahat di Atas Batu

Bagaimana cara kita menyikapi orang yang menyakiti kita? Apakah kita pendam perasaan dendam untuk kemudian kita lampiaskan saat kesempatan itu tiba? Mari kita tengok kisah motivasi untuk memaafkan kesalahan dan mengingat-ingat kebaikan.

.

Dalam suatu perjalan melintasi gurun pasir, sepasang suami istri bertengkar. Suaminya menghardik dengan keras. Istri yang kena hardik, merasa sakit hati. Tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir:HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis di sebuah batu: HARI INI SUAMIKU YG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Suami bertanya:
“Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu ?”

Menulis di atas pasir

Menulis di atas pasir – Inspirasi

Istrinya sambil tersenyum menjawab :
“Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa melupakannya. Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat selamanya.”

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting dari pelajaran di atas, adalah : “Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yang MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN.

, , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply