Pemuda dan Jendela Kereta Api

Hari itu, di kereta api terdapat seorang pemuda bersama ayahnya. Pemuda itu berusia 20an tahun, sudah cukup dewasa tentu.

Di dalam kereta, pemuda itu memandang keluar jendela kereta, lalu berkata pada Ayahnya.

‘Ayah lihat, pohon-pohon itu sedang berlarian’

pemuda dan jendela kereta api
Sepasang anak muda duduk berdekatan. Keduanya melihat pemuda 24 tahun tadi dengan kasihan.

Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan pemuda itu tampak begitu kekanakan.

Namun seolah tak peduli, si pemuda tadi tiba-tiba berkata lagi dengan antusiasnya,

‘Ayah, lihat!! Awan itu sepertinya sedang mengikuti kita!’

Kedua anak muda itu tampak tak sabar, lalu berkata kepada sang Ayah dari pemuda itu.

‘Kenapa Bapak tidak membawa putra Bapak ke seorang dokter yang bagus?’

 

Sang Ayah hanya tersenyum, lalu berkata.

‘Sudah saya bawa, dan sebenarnya kami ini baru saja dari rumah sakit. Anak saya ini sebelumnya buta semenjak kecil, dan ia baru mendapatkan penglihatannya hari ini’.

 

===

Kawan, setiap manusia di dunia ini memiliki ceritanya masing-masing. Janganlah kita langsung menghakimi seseorang sebelum kita mengenalinya dengan benar. Karena kebenaran boleh jadi akan mengejutkan kita. Selalu berprasangka baik kepada setiap orang, dan itulah cara yang baik untuk menjalani kehidupan ini.

, , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply