Tips Agar Anak Sholeh Sholehah: Bangun, Ganti Baju, Jauhi Dosa. Lakukan dengan Disiplin, Kemauan, Ikhtiar.

I’tikaf malam ke-23
Malam itu, baru saja saya menuruni tangga masjid At-Tiin Taman Mini usai berbagi cara Menghafal Al-Quran Semudah Tersenyum kepada para jamaah I’tikaf malam ke-23 yang saat itu memenuhi masjid. Tiba-tiba salah seorang lelaki paruh baya berparas tegas dengan janggut memenuhi rahang kerasnya mendatangi saya.

Pemegang 16 Medali Taekwondo
Sorot matanya tajam memancarkan semangat dan keteguhan, senyumannya mengiringi tangannya yang bergerak cepat menyalami tangan saya.
“Ustadz, kenalkan saya Bambang (bukan nama sebenarnya), saya baru saja mengikuti acara Antum di atas, kalau ada waktu saya ingin berdiskusi tentang anak saya”, ujarnya sopan. Genggaman tangannya amat kuat. Tahulah saya beberapa menit kemudian, rupanya sosok di hadapan saya adalah pemegang 16 medali Taekwondo dari beberapa kejuaraan. Meski berperawakan pendek, prestasinya mengundang decak kagum.

Taekwondo

Anak 12 tahun dengan 99 Medali Taekwondo
Sejurus kemudian, makin takjublah saya, di tengah-tengah kami asyik berdiskusi, tiba-tiba seorang anak kecil datang. Umurnya baru 12 tahun, wajah terhias senyum berkulit coklat sawo matang itu menatap tangan saya, sejurus kemudian meraih tangan saya untuk bersalaman. Ia mencium tangan dengan penuh takzim.

“Ini anak yang pertama ustadz, yang saya ceritakan tadi, namanya MRP, dia tadi sangat senang mengikuti cara menghafal yang ustadz ajarkan, dan langsung minta kepada saya untuk ikut belajar di pesantren ustadz jika masih kesempatan”.

Hafal 12 Juz di Kelas 2 SMP, Mahir Bahasa Arab dan Inggris
MRP, remaja yang duduk di kelas dua SMP ini membuat saya tak henti-hentinya memuji kebesaran Allah, betapa tidak. Di usianya yang masih belia, MRP sudah mengantongi 99 Medali Taekwondo, baik kejuaran lokal, nasional bahkan kejuaraan dunia. Saya melihat koleksi medali di album foto yang ditunjukkan oleh ayahnya via Tablet yang ia bawa. Saya mengamati bagaimana sang anak berlaga di lapangan. Tak hanya mengukir prestasi di bidang Taekwondo, MRP telah hafal Al-Quran 12 juz, mahir berbahasa arab dan inggris. Saya berdecak kagum dan menggeleng-gelengkan kepala ketika melihat penampilannya sehingga ia menjadi juara pidato se DKI-Jakarta. Iapun telah hafal 30 dari 40 hadits Arbain.

Si Adik, Hafal 5 Juz di usia 11 Tahun dengan 80 Medali Taekwondo
Dan, MasyaAllah, prestasi yang diukir MRP rupanya diikuti oleh adiknya MAKP, si adik yang berumur 11 tahun itu telah mengantongi 80 medali taekwondo , hafal 5 juz, tiga kali berturut-turut menjadi Atlet Taekwondo terbaik Indonesia. Dan lebih luar biasanya lagi, kedua anak ini langsung dilatih oleh ayahnya.

Lama kami mengobrol dengan sang Ayah, tak hanya malam itu, bahkan dua malam berikutnya kami menghabiskan malam-malam kami di Masjid At-Tin dengan penuh antusias.

Menghafal cukup 1 Juz per Tahun
“Kami sekeluarga selalu beri’tikaf 10 malam terakhir di Masjid At-Tiin ustadz, dan setiap I’tikaf, saya selalu mewajibkan anak-anak saya untuk menghafal 1 Juz, saya langsung yang membimbing dan mengoreksi hafalan mereka. Cukup 1 tahun 1 juz ustadz, kalaupun MRP sekarang sudah 12 juz, itu karena dia amat bersemangat menghafal. Harapan saya, di umur mereka yang ke-40 nanti, mereka sudah menjelma menjadi manusia yang hafal 30 juz dan berkarakter Al-Quran, dengan prestasi yang bisa dibanggakan. Muslim yang kuat hatinya karena berisikan Al-Quran, kuat fisiknya, berprestasi dan pandai berbicara dengan berbagai bahasa hingga bisa bermanfaat buat ummat”.

Beberapa malam kemudian saya serta beberapa kawan menjadi saksi, betapa kami sering melihat sang ayah dan ibu bersama anak-anaknya saling berhadapan. Sang ayah menyimak hafalan anaknya, dan tak ada ekspresi tertekan di wajah sang anak. Sang anak amat sangat ceria, sopan dan riang layaknya anak-anak biasa.

Syarat Minimal 1 Juz
Sang ayah, yang mendirikan dan mengelola empat sekolah perguruan Taekwondo ini punya cara unik dan istimewa dalam memilih murid, ia hanya mau menerima siswa yang memiliki hafalan Al-Quran minimal 1 juz, jika tidak, ia tak akan mau melatihnya.

Di sela-sela pembicaraan, saya menyempatkan diri mencari profil keluarga ini di internet, subhanallah. Saya menemukan sederet kekaguman lainnya. Prestasi keluarga ini ada di sebuah halaman web perguruan silat Indonesia. Lengkap dengan foto-foto, catatan prestasi, juga informasi . Saya kutipkan salah satu paragraf halaman web itu di sini.

Profil Sejak Kecil
“Lahir tahun 2002, MRP lebih mencintai kegiatan menghafal Al-Quran serta berbagai pelatihan bahasa antara lain Inggris dan bahasa arab tapi tak mengendurkan semangatnya untuk berlatih ilmu beladiri Taekwondo menjadi hobinya khususnya dalam seni pertarungan.

Memulai berlatih sejak berumur 4 tahun sejak kepulangan ayahnya dari Korea, MRP lebih suka menyertai bapaknya dalam berlatih dan melatih di berbagai unit yg dilatih bapaknya, tanpa disadari sang ayah memperhatikan bahwa putranya lebih suka melihat dan senang bila menonton pertarungan taekwondo baik dari video dan turnamen yang dilihatnya.

Umur 5 tahun mencoba mengikuti pertandingan Taekwondo, pagelaran kejuaraan taekwondo yg di adakan di Jabodetabek telah banyak diikutinya hingga meraih dan selalu mendapatkan juara pertama.

Sering juga mengikuti kontes pidato di Jakarta dan menghasilkan juara pertama English Speech Contest tingkat SD se DKI, dan kejuaraan menghafal Alquran di Bekasi serta Bogor, menjadi pemain film di beberapa film seni pertarungan di MNCTV”

——-

Disiplin, Kemauan dan Ikhtiar
Banyak orang menyebut keluarga ini keluarga ajaib, tapi sang ayah hanya berujar, “Kami ini bukan keluarga ajaib Ustadz, kami hanya rajin berlatih. Terus berlatih dan berlatih, DISPLIN, KEMAUAN dan IKHTIAR terus. Siapun bisa melakukannya”, ujar sang ayah yang merupakan lulusan Gontor dan telah melanglang ke-24 negara ini.

Tips Disiplin
Salah satu kawan kami bertanya pada lelaki berusia 49 tahun ini “Mas, apa sih rahasianya sehingga bisa menciptakan budaya disiplin pada anak-anak?”

Lelaki yang juga memiliki program 16 kali pertemuan mahir berbahasa Inggris inipun dengan penuh percaya diri mengatakan

Mas, menjadikan anak-anak disiplin itu mudah, kami hanya mengamalkan surat Al Mudatstsir”

يا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (1) قُمْ فَأَنْذِرْ (2) وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (3) وَثِيابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)
وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ (6) وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ (7)

1). Hai orang yang berkemul (berselimut),
2). Bangunlah, lalu berilah peringatan!
3). Dan Tuhanmu agungkanlah!
4). Dan pakaianmu bersihkanlah,
5). Dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
6). Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
7). Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
(QS.Al-Mudatsir-1-7)

Rutinitas Harian, Bangun! Ganti Baju! …
“Mas, kami selalu membiasakan diri bangun jam 3 pagi, membesarkan Allah, Mandi dan selalu berganti baju, pantang bagi kami tidur setelah sholat subuh karena Rasulullah mengatakan keberkahan bagi mereka yang tak tidur setelah shubuh. Mandi dan gantilah bajumu. Baik baju batin maupun baju lahir. Baju batin harus diperbarui agar selalu optimis dan bersemangat. Tidak loyo. Hidup harus punya target. Berganti baju yang bersih. Agar badan kitapun nyaman ketika beraktifitas. Tak ada hari kami lalui tanpa berlatih. Berbuat baiklah tanpa pingin dibales manusia mas. ‘Hal jazaaul ihsan illal ihsan’, balasan kebaikan pasti kebaikan, dan sabar mas atas omongan orang yang seringkali mencibir omongan kita,” ujarnya berapi-api sembari mengutip surat Al Mudatstsir dan Ar Rahman.

Bangunlah untuk bertahajjud, agungkan Tuhanmu, Mandi dan Gantilah Bajumu.

, , , , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply