counter stats
Kamis, 6 Agustus 2020

Ibu Justru Bangga Kepada Anak Pertama

Perlu Dibaca

Tips Biar Banyak Teman

Bagaimana caranya biar kita semakin banyak teman, berikut sedikit tips, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang ingin mempunyai...

Tiga Cara Menghadapi Amarah

1. Melihat Situasi Dengan Cara Yang Berbeda Amarah biasanya datang lewat kejadian di sekitar kita. Bisa apa saja tanpa terduga...

Mencapai Potensi Hidup yang Maksimal

Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali...

Kumpulan kata kata bijak (Bagian 2)

  Kumpulan kata kata bijak (Bagian 2) - Berikut ini kumpulan kata kata bijak yang memiliki makna yang dalam hingga...

12 Cara Mengatasi Kesedihan

Hidup seakan menjadi tidak nyata setelah kehilangan sesuatu yang sangat berarti. Belajar bagaimana cara menghadapinya, terlibat di dalamnya, dan...

Ibu Justru Bangga Kepada Anak Pertama – Di suatu penerbangan pesawat dari Balikpapan ke Jakarta, duduk seorang pemuda terpelajar di samping seorang ibu lanjut usia.

Si pemuda mulai menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan. ”Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus connecting flight ke Singapura menengok anak bungsu saya, menghadiri undangan wisuda di kampusnya,” jawab ibu itu.

”Wouw… hebat sekali putra ibu,” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.

”Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapura tadi putra yang terakhir ya, bu? Bagaimana dengan kakak-kakaknya?”

”Oh ya, benar,” si Ibu lanjut bercerita, ”Yang di Singapura anak yang kelima. Anak saya yang keempat kerja di perusahaan minyak di Balikpapan, yang ketiga menjadi arsitek di Surabaya,  yang kedua dokter praktek di Bandung.”

Pemuda tadi termanggut-manggut, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai kelima. ”Terus bagaimana dengan anak pertama ibu?”

Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ”Anak saya yang pertama menjadi petani di kampung, nak. Dia menggarap sendiri lahan sawah yang tidak terlalu luas.”

Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu… kalau Ibu agak kecewa dengan anak pertama ya, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaan, sedang dia menjadi petani ??”

…  Apakah kamu mau tahu jawaban si ibu??

Dengan tersenyum ibu itu menjawab, ”Ooo… tidak, tidak begitu, nak. Justru saya sangat bangga dengan anak saya yang pertama.

Anak Pertama
Anak Pertama 

Di waktu ayahnya masih hidup, adik-adiknya masih kecil. Sebagai anak sulung, ia mendapat belaian kasih sayang dan perhatian penuh dari ayahnya. Dulu kami tidak memiliki harta berupa uang yang banyak. Namun kami menyadari waktu bersama anak adalah harta pemberian yang juga berharga. Diberbagai kesempatan, ayahnya kerap menemaninya bermain di persawahan. Dalam banyak aktivitas, ayahnya senantiasa di sampingnya untuk mendengarkan dan mencurahkan segala yang diperlukan. Ia begitu bangga dengan ayahnya.

Setelah ayahnya meninggal dunia, dia bekerja keras menggarap lahan pertanian. Dialah yang membiayai sekolah adik-adiknya dari hasil bertani. Dia meminta agar ibu menjaga adik-adiknya dengan penuh perhatian. Dia begitu sayang kepada adik-adiknya. Dia menyadari sebagai lima bersaudara, dia lah yang paling tua. Ia melakukan semua, agar ayahnya senantiasa bahagia di alam kubur. Ia ingin agar saat bertemu dengan ayahnya kelak, ayahnya akan juga bangga kepadanya.

.

.

Nah, maukah kita menjadi kebanggaan ayah dan ibu kita? Yang mau, silahkan like.

*Tulisan bersama: ibuku segalanya dan jagatmotivasi.com

Berita sebelumyaPelayan Yang Baik Hati
Berita berikutnyaGema Suara
- Advertisement -

SILAHKAN BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Postingan Terbaru

Tips Biar Banyak Teman

Bagaimana caranya biar kita semakin banyak teman, berikut sedikit tips, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang ingin mempunyai...

Warisan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew berupa Penghargaan bagi Orang Tua

Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew telah meninggal dunia. Namun bukan hanya warisan berupa kedigjayaan negara Singapura yang berhasil menjadi salah satu negara makmur...

Bangkit dari Kegagalan – Sunil Mittal, Jajaran Orang Terkaya Dunia

Bagaimana kisah sukses dari para orang terkaya dunia? Simak salah satu kisah diantaranya, bagaimana Sunil Mittal mengawali bisnis, dan bangkit hingga masuk ke dalam...

Sulaiman Ar-Rajhi – Konglomerat lulusan SD yang Bikin Muadzin Malu

Hanya tamat sekolah dasar, namun dengan kegigihan usaha dan kedekatan kepada Allah SWT, maka Sulaiman Ar-Rajhi berhasil menjadi konglomerat. Bukan model konglomerat glamour yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -