Kebaikan Mendatangkan Ketenangan sementara Keburukan Mendatangkan Kegelisahan

Sejarah telah mencatat bahwa suatu keburukan yang dilakukan terus-menerus, maka akan mendatangkan kegelisahan. Meskipun punya banyak harta!

Adalah Joseph Goebbles yang hidup dengan kekayaan berlimpah dan jabatan yang tinggi di Jerman. Ia diangkat sebagai menteri pada masa pemerintahan Adolf Hitler dari Partai Nazi.

Joseph Goebbles

Sang pemimpin rezim mendirikan satu kementerian khusus untuk beliau yang disebut Kementerian Penerangan Publik dan Propaganda. Mungkin terdengar aneh bagi kita, namun demikianlah sejarah berkata.

Tugas Goebbles hanya satu, yaitu menyebarkan propaganda yang diinginkan partainya. Sebagai petugas partai, ia yang bertanggung jawab penuh agar nama baik Hitler tetap terjaga citranya.

Wikipedia mencatat, Goebbles adalah pelopor dan pengembang teknik propaganda yang bernama Argentum ad Nausem, yang berarti Teknik Kebohongan Besar.

Sumber: Wikipedia: Joseph Goebbles

Prinsip dari teknik itu adalah menyebarluaskan berita bohong melalui media massa sebanyak mungkin dan sesering mungkin hingga kemudian kebohongan tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran.

Ia juga mempelopori penggunaan film dan siaran radio sebagai media propaganda. Bayangkan bagaimana jadinya jika pemerintahan justru menjadi produsen berita hoax sekaligus penyebarluas secara terstruktur dan terencana.

Tidak hanya melibatkan media, bahkan seluruh perangkat negara dan institusi ditekan untuk ikut andil mempropagandakan Hitler. Kegagalan ditutup-tutupi, angka-angka direkayasa, serta data-data dimanipulasi. Bahkan pada 18 Februari 1943, ia mengumandangkan Perang Propaganda Total.

Apakah Goebbles hidup dengan bahagia? Kembali kepada sejarah, ternyata hari-harinya dilalui penuh tekanan. Meski berlimpah harta, hati kecil tak bisa dibohongi. Jabatan sebagai menteri, tak bisa memberi rasa aman bagi sanubarinya.

Rezeki yang Halal Mendatangkan Ketenangan

Bagaimanapun juga, harta dan jabatan yang diperoleh dari jalan yang tidak halal, akan selalu membayangi perasaan bersalah yang tak bisa ditutup-tutupi diri sendiri. Puncaknya pada 1 Mei 1945 Goebbles mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Amat benarlah Rasulullah bersabda dalam hadist riwayat Al-Imam Al-Hakim,

ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﺨَﻴْﺮَ ﻃُﻤَﺄْﻧِﻴْﻨَﺔٌ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﺮَّ ﺭِﻳْﺒَﺔٌ

“Sesungguhnya kebaikan akan mendatangkan ketenangan, sedangkan keburukan akan mendatangkan kegelisahan.”

 

Maka hendaklah kita berhati-hati dari mencari rezeki dengan cara yang haram. Apalagi sampai membuat-buat kebohongan karena takut kehilangan rezeki.

Sumber: Arafat Channel

SILAHKAN BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here