counter stats
Senin, 21 September 2020

Kebohongan Seorang Ibu Demi Anaknya

Perlu Dibaca

Tips Biar Banyak Teman

Bagaimana caranya biar kita semakin banyak teman, berikut sedikit tips, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang ingin mempunyai...

Tiga Cara Menghadapi Amarah

1. Melihat Situasi Dengan Cara Yang Berbeda Amarah biasanya datang lewat kejadian di sekitar kita. Bisa apa saja tanpa terduga...

Mencapai Potensi Hidup yang Maksimal

Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali...

Kumpulan kata kata bijak (Bagian 2)

  Kumpulan kata kata bijak (Bagian 2) - Berikut ini kumpulan kata kata bijak yang memiliki makna yang dalam hingga...

12 Cara Mengatasi Kesedihan

Hidup seakan menjadi tidak nyata setelah kehilangan sesuatu yang sangat berarti. Belajar bagaimana cara menghadapinya, terlibat di dalamnya, dan...

Kebohongan Seorang Ibu Demi Anaknya – Anak adalah sebuah karunia terindah yang diberikan Tuhan kepada Orang Tua. Selama kurang lebih 9 bulan, seorang ibu mengandung anaknya yang diharapkan saat besar nanti bisa membahagiakan mereka. Namun, terkadang anak kurang mengerti betapa besar pengorbanan sang ibu.

Kita sebagai seorang anak tentu ingin orang tua terutama ibu, bahagia melihat anaknya. Tetapi, apa yang diharapkan oleh orang tua terkadang tidak sesuai dengan kenyataannya. Masih banyak anak-anak yang sering membuat kecewa orang tua, membantah jika diperintah bahkan ada yang memaki jika dikasih saran oleh orang tua.

Tanpa sadar, kita pernah berbuat seperti itu, pernah membantah, pernah memaki, pernah tidak memperhatikannya. Namun, meskipun seorang anak melakukan seperti itu kepada orang tua, orang tua terutama ibu, tetap tabah sabar bahkan tidak ingin melontarkan satu kata pun untuk membalas perkataan anaknya.

Kebohongan Seorang Ibu Demi Anaknya [sphotos-a.xx.fbcdn.net]
Kebohongan Seorang Ibu Demi Anaknya [sphotos-a.xx.fbcdn.net]

Seorang ibu akan lebih memilih diam dan tersenyum mendengarkan anaknya memaki, membantah. Namun dibalik itu semua, seorang ibu menyembunyikan sebuah rasa, rasa yang sangat sakit mengapa anaknya berani berbuat seperti itu kepada orang tuanya khususnya ibu. Ibu rela mengalah demi anak, bahkan rela berbohong demi menyenangkan hati anaknya, agar membuat anaknya bisa tersenyum, agar anaknya bisa bahagia.

Cobalah ingat, apakah ibu pernah berkata :

  1. Saat makan, jika makanan kurang, ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, “Cepatlah makan, Ibu tidak lapar.”
  2. Waktu makan, ia selalu menyisihkan lauk pauk, ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, “Ibu sedang tidak suka ikan, makanlah nak..”
  3. Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, Ia berkata, “Istirahatlah nak, Ibu masih belum ngantuk..”
  4. Saat anak-anak sudah tamat dan bekerja di kota besar, mereka mengirimkan uang untuk keperluan ibu. Ia juga berkata, “Simpanlah untuk keperluanmu nak.., Ibu masih punya uang simpanan.”
  5. Saat anak sudah sukses, menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, “Rumah tua kita sangat nyaman, ibu masih suka tinggal di rumah lama ini, penuh kenangan. Ibu tidak terbiasa tinggal di sana.”
  6. Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata, “Jangan menangis, Ibu tidak apa apa.” Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat ibu.

 Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, ibu selalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tapi tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya. Meskipun seorang Ibu melakukan hal seperti itu kepada anaknya, akan tetapi seorang anak terkadang tidak memperhatikannya, tidak mengerti apa yang sebenarnya ibu rasakan.

Semoga semua anak di dunia ini bisa menghargai setiap kebohongan seorang ibu, karena beliaulah `malaikat` nyata yang dikirim Tuhan untuk menjaga kita. Malaikat terbaik yang pernah kita temui dalam kehidupan di dunia ini, karena ia telah memberikan kehangatan dan kasih sayang terhadap anak-anak yang pasti ia cinta dan sangat disayanginya.

Nah bagaimana tanggapan anda? Seorang ibu tidak akan menelantarkan anaknya sendiri walaupun engkau sudah tumbuh dewasa atau sudah kaya sekalipun. Ia akan terus memperhatikanmu, walaupun ia sakit, tetap yang ada dipikirannya itu hanya kamu. Jadi jangan suka melawan, membentak, atau bahkan mencacinya. Sayangilah dia sebagaimana dia menyayangimu diwaktu kecil. Minta maaf atas segala perbuatan yang sudah kamu lakukan selama ini. Jangan lupa untuk selalu berbakti dan berdoa untuk ibu kita, baik yang masih ada maupun yang  sudah tiada… (@M – jagatmotivasi.com)

http://www.facebook.com/pages/IBUKU-SEGALANYA/436319913075757

Masih banyak artikel menarik lainnya, silahkan klik Kata Mutiara – Ibu

- Advertisement -

SILAHKAN BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Postingan Terbaru

Tips Biar Banyak Teman

Bagaimana caranya biar kita semakin banyak teman, berikut sedikit tips, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang ingin mempunyai...

Warisan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew berupa Penghargaan bagi Orang Tua

Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew telah meninggal dunia. Namun bukan hanya warisan berupa kedigjayaan negara Singapura yang berhasil menjadi salah satu negara makmur...

Bangkit dari Kegagalan – Sunil Mittal, Jajaran Orang Terkaya Dunia

Bagaimana kisah sukses dari para orang terkaya dunia? Simak salah satu kisah diantaranya, bagaimana Sunil Mittal mengawali bisnis, dan bangkit hingga masuk ke dalam...

Sulaiman Ar-Rajhi – Konglomerat lulusan SD yang Bikin Muadzin Malu

Hanya tamat sekolah dasar, namun dengan kegigihan usaha dan kedekatan kepada Allah SWT, maka Sulaiman Ar-Rajhi berhasil menjadi konglomerat. Bukan model konglomerat glamour yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -