counter stats
Senin, 28 September 2020

Kisah Ibu Tua Renta Yang Tabah

Perlu Dibaca

Tips Biar Banyak Teman

Bagaimana caranya biar kita semakin banyak teman, berikut sedikit tips, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang ingin mempunyai...

Tiga Cara Menghadapi Amarah

1. Melihat Situasi Dengan Cara Yang Berbeda Amarah biasanya datang lewat kejadian di sekitar kita. Bisa apa saja tanpa terduga...

Mencapai Potensi Hidup yang Maksimal

Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali...

Kumpulan kata kata bijak (Bagian 2)

  Kumpulan kata kata bijak (Bagian 2) - Berikut ini kumpulan kata kata bijak yang memiliki makna yang dalam hingga...

12 Cara Mengatasi Kesedihan

Hidup seakan menjadi tidak nyata setelah kehilangan sesuatu yang sangat berarti. Belajar bagaimana cara menghadapinya, terlibat di dalamnya, dan...

Kisah Ibu Tua Renta Yang Tabah – Suatu ketika si ibu melakukan perjalanan dengan menumpang perahu layar dari daratan tempat kediamannya menyeberangi lautan menuju suatu daerah dimana anaknya sedang menuntut ilmu. Ditengah perjalanan, perahu tiba-tiba datang badai dan ombak yang sangat ganas menghempaskan perahu, sehingga perahu layar tersebut berjalan tak tentu arah terbawa ombak.

Melihat kejadian tersebut, semua penumpang kecuali ibu ini, berteriak-teriak histeris karena ketakutan, ada yang mencari pelampung, ada yang saling berpelukan dengan anggota keluarga dan teman seperjalanan dan ada juga yang sudah meloncat ke air untuk berusaha berenang mencari pantai dilautan yang tidak kelihatan tepiannya. Sang nakhoda tetap berusaha mengendalikan perahu layar tersebut semampunya dengan harapan jangan sampai perahu itu terbalik dan tenggelam.

Kisah Ibu Tua Renta Yang Tabah
Kisah Ibu Tua Renta Yang Tabah

Dalam keadaan yang sudah kacau balau tersebut, si ibu tetap duduk dengan tenang sambil sesekali menengadahkan wajah dan tangannya ke atas dengan bibir komat-kamit. Seorang awak kapal ternyata memperhatikan si ibu tua itu dan kemudian ia mendekati seraya berkata : “Ibu… apa yang sedang engkau lakukan, mengapa ibu diam saja dan tidak berusaha untuk menyelamatkan diri..?”

Lalu sang ibu memandang awak kapal itu dengan senyum yang sangat ikhlas dan tenang, lalu dia berkata: “apakah yang dapat aku lakukan disaat seperti ini..?” Awak kapal menjawab: “pergilah cari pelampung atau masuklah ke sekoci bersama dengan penumpang yang lain ” Si ibu kembali bertanya.. “apakah dengan kondisiku yang sedemikian ini akan mampu berebut pelampung atau mampu bertahan untuk saling mendorong di dalam sekoci yang sekecil itu..? apakah kapal ini tidak lebih besar dari sekoci itu untuk tempat berteduk dan berlindung..?” lalu sang awak kapal menjawab : “ibu, kapal ini akan tenggelam karena sudah terlalu banyak air laut yang masuk”

Kemudian si ibu menjawab : “aku sangat berbahagia untuk tetap tinggal di kapal ini, karena sekoci dan pelampung itu tidak akan pernah sampai kedaratan yang akan kita tuju, karena mereka tidak akan kuasa menentukan arahnya, sementara Jikalau Tuhan mengijinkan kapal ini bertahan, maka akan sampailah kita ke daratan tujuan kita dan aku akan bertemu dengan anakku yang kucintai yang sedang menungguku disana”. Si awak kapal bingung dan kembali bertanya : “bagaimana sekiranya kita tidak mampu untuk meneruskan perjalanan dan kita putar haluan untuk kembali..?” si ibu menjawab : “aku juga akan berbahagia, karena aku akan kembali berkumpul dengan suamiku yang sedang menunggu ku di rumah..”

Lalu si awak kapal kembali bertanya: “Bagaimana kalau kapal ini tenggelam dan kita akan mati ditelan ombak badai..?” si ibu kembali menjawab dengan tenang dan senyum : “aku juga akan tetap berbahagia, karena aku akan bertemu dengan anakku yang telah lama pergi menghadap Sang Penciptanya”.

Seketika itu sang awak kapal baru tersadar.., ternyata ketabahan ibu ini sungguh luar biasa, lalu dengan tangan yang lembut ia menuntun ibu tua itu untuk masuk menuju ruang awak kapal serta berkata “Terima kasih Ibu, engkau telah memberiku pelajaran yang sangat berharga, bahwa hidup harus dihadapi dengan ketenangan jiwa dan terutama penyerahan diri kepada Tuhan Sang Pencipta”

http://www.facebook.com/pages/IBUKU-SEGALANYA/436319913075757?ref=hl

Jangan lupa kunjungi juga Kisah Sejati Seorang Ibu

- Advertisement -

SILAHKAN BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Postingan Terbaru

Tips Biar Banyak Teman

Bagaimana caranya biar kita semakin banyak teman, berikut sedikit tips, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang ingin mempunyai...

Warisan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew berupa Penghargaan bagi Orang Tua

Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew telah meninggal dunia. Namun bukan hanya warisan berupa kedigjayaan negara Singapura yang berhasil menjadi salah satu negara makmur...

Bangkit dari Kegagalan – Sunil Mittal, Jajaran Orang Terkaya Dunia

Bagaimana kisah sukses dari para orang terkaya dunia? Simak salah satu kisah diantaranya, bagaimana Sunil Mittal mengawali bisnis, dan bangkit hingga masuk ke dalam...

Sulaiman Ar-Rajhi – Konglomerat lulusan SD yang Bikin Muadzin Malu

Hanya tamat sekolah dasar, namun dengan kegigihan usaha dan kedekatan kepada Allah SWT, maka Sulaiman Ar-Rajhi berhasil menjadi konglomerat. Bukan model konglomerat glamour yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -