counter stats
Selasa, 20 Oktober 2020

Kisah Nyata Seorang Ayah dan Putranya yang Cerbral Palsy Menyelesaikan Triathlon

Perlu Dibaca

Tips Biar Banyak Teman

Bagaimana caranya biar kita semakin banyak teman, berikut sedikit tips, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang ingin mempunyai...

Tiga Cara Menghadapi Amarah

1. Melihat Situasi Dengan Cara Yang Berbeda Amarah biasanya datang lewat kejadian di sekitar kita. Bisa apa saja tanpa terduga...

Mencapai Potensi Hidup yang Maksimal

Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali...

Kumpulan kata kata bijak (Bagian 2)

  Kumpulan kata kata bijak (Bagian 2) - Berikut ini kumpulan kata kata bijak yang memiliki makna yang dalam hingga...

12 Cara Mengatasi Kesedihan

Hidup seakan menjadi tidak nyata setelah kehilangan sesuatu yang sangat berarti. Belajar bagaimana cara menghadapinya, terlibat di dalamnya, dan...

Kisah Nyata Seorang Ayah Dan Putranya Yang Cerbral Palsy Menyelesaikan Triathlon  – Ketika Rick Hoyt dilahirkan pada tahun 1962, orang tuanya mempunyai harapan-harapan seperti pada umumnya orang tua yang mendapatkan bayi pertama. Tetapi yang terjadi kemudian pada proses kelahirannya, tali pusar Rick melilit di lehernya, menghalangi aliran oksigen ke otaknya. Belakangan Rick didiagnosa penyakit Cerbral Palsy (kelumpuhan Otak). “Ketika usianya delapan bulan,“ kenang Ayahnya, Dick, “para dokter menyarankan kami membuangnya—ia akan lumpuh seumur hidupnya.” Tetapi orang tua Rick tidak mau. Mereka bertekad membesarkan Rick seperti anak pada umumnya.

Pada tahun 1975, setelah perjuangan panjang keluarganya akhirnya Rick dapat masuk ke sekolah publik, di mana prestasinya sangat baik terlepas dari keterbatasan-keterbatasan fisiknya. Dunia Rick berubah. Bahkan lebih berubah lagi dua tahun kemudian. Ketika Rick mendengar bahwa akan diadakan lomba lari lima kilometer untuk mengumpulkan dana guna membantu seorang atlit muda yang lumpuh dalam kecelakaan, ia beritahu Ayahnya bahwa ia ingin ikut lomba. Dick, yang ketika itu letnan kolonel dalam Air National Guard, berusia akhir tiga puluhan dan kurang bugar. Tetapi, ia setuju untuk lari dan mendorong puteranya dengan kursi roda yang dimodifikasi. Ketika mereka lewati garis finish (posisi kedua terakhir) Dick mengatakan : Rick memperlihatkan “senyum terbesar yang pernah Anda lihat seumur hidup Anda”. Setelah perlombaan itu, Rick menuliskan pesan sederhana, ”Ayah, saya merasa seperti bukan orang cacat”. Setelah hari itu, kehidupan mereka sama sekali berubah.

Apakah yang diperbuat seorang Ayah, ketika puteranya, yang tidak pernah turun dari kursi rodanya, mengatakan bahwa ia senang ikut lomba? Ia menjadi tangan dan kaki puteranya itu. Ketika itulah lahir ”Tim Hoyt”. Dick membelikan Rick kursi roda untuk balap yang lebih canggih. Lalu remaja yang lumpuh dengan Ayahnya yang tidak bugar ini mulai lari bersama—dan bukan asal-asalan. Tidak lama kemudian, latihan mereka menjadi semakin serius dan pada tahun 1981, mereka ikut Boston Marathon untuk pertama kalinya. Semenjak itu mereka tidak pernah melewatkan Boston Marathon selama dua puluh tahun.

Setelah empat tahun lari marathon, keduanya memutuskan bahwa mereka siap menghadapi tantangan lainnya : triatlon, yang menggabungkan renang, sepeda, dan lari. Itu bukanlah tantangan sembarangan, terutama karena Dick harus belajar berenang! Tatapi ia melakukannya. Dick menjelaskan, “Dialah yang memotivasi saya, sebab kalau bukan berkat dia, saya tidak mungkin ikut lomba. Yang saya perbuat adalah meminjamkan tangan dan kaki saya kepada Rick agar ia bisa ikut lomba seperti orang lainnya”.

Dari segala lomba di dunia, ada satu yang dianggap paling berat yakni Ironman Triatlon di Hawaii. Lomba ini terdiri dari tiga bagian: renang sejauh 2.4 mil ( 4.4 km), balap sepeda sejauh 112 mil (180.2 km), dan lari marathon sejauh 26.2 mil (42.2 km). Sungguh menguji stamina bagi siapapun. Pada tahun 1989, Dick dan Rick ikut lomba ini. Untuk bagian renangnya, Dick menarik sebuah perahu kecil di mana Rick duduk. Lalu ia naik sepeda sejauh 112 mil (km) dengan Rick duduk di stangnya. Ketika sampai di bagian lari, Dick sudah kelelahan.

Tetapi yang perlu dilakukan Dick hanyalah mengingat kata-kata puteranya: ”Ketika saya sedang lari, tampaknya cacat saya hilang. Itulah satu-satunya tempat di mana saya merasa sama dengan yang lain. Berkat semua masukan yang positif, saya tidak merasa cacat sama sekali. Saya malah merasa intelijen tanpa batas.”

Dan tentu, mereka akhiri lomba tersebut—dalam waktu yang relatif sangat baik, yaitu tiga belas jam dan empat puluh tiga menit. Semenjak itu, Rick telah meraih gelar perguruan tinggi, dan bekerja di Boston University, membantu merancang sistem komputer untuk orang-orang cacat. Dan tentu, ia masih ikut lomba bersama Ayahnya, yang sekarang sudah berusia 60 tahun lebih dan pensiun. Per Maret 2001, Tim Hoyt telah menyelesaikan 731 lomba. Mereka telah ikut 53 marathon dan 135 triatlon, termasuk empat kategori Ironman. Dan mereka akan terus lari. “Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang tidak dapat kami taklukkan bersama-sama”, kata Dick. Mereka buktikan bahwa suatu impian—dan tim—bisa mengantarkan Anda kemanapun. Ket: 1 Mil = 1609 m, 1 Mil laut = 1852 m

Simak juga cerita Cinta Kasih Ayah

Berita sebelumyaKata Kata Inspirasi
Berita berikutnyaBuku Catatan Rahasia Ayah
- Advertisement -

SILAHKAN BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Postingan Terbaru

Tips Biar Banyak Teman

Bagaimana caranya biar kita semakin banyak teman, berikut sedikit tips, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang ingin mempunyai...

Warisan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew berupa Penghargaan bagi Orang Tua

Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew telah meninggal dunia. Namun bukan hanya warisan berupa kedigjayaan negara Singapura yang berhasil menjadi salah satu negara makmur...

Bangkit dari Kegagalan – Sunil Mittal, Jajaran Orang Terkaya Dunia

Bagaimana kisah sukses dari para orang terkaya dunia? Simak salah satu kisah diantaranya, bagaimana Sunil Mittal mengawali bisnis, dan bangkit hingga masuk ke dalam...

Sulaiman Ar-Rajhi – Konglomerat lulusan SD yang Bikin Muadzin Malu

Hanya tamat sekolah dasar, namun dengan kegigihan usaha dan kedekatan kepada Allah SWT, maka Sulaiman Ar-Rajhi berhasil menjadi konglomerat. Bukan model konglomerat glamour yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -