counter stats
Senin, 13 Juli 2020

Terima kasihku, wahai Ayah dan Ibu. Engkau lebih aku cintai darinya.

Perlu Dibaca

Tips Biar Banyak Teman

Bagaimana caranya biar kita semakin banyak teman, berikut sedikit tips, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang ingin mempunyai...

Tiga Cara Menghadapi Amarah

1. Melihat Situasi Dengan Cara Yang Berbeda Amarah biasanya datang lewat kejadian di sekitar kita. Bisa apa saja tanpa terduga...

Mencapai Potensi Hidup yang Maksimal

Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali...

Kumpulan kata kata bijak (Bagian 2)

  Kumpulan kata kata bijak (Bagian 2) - Berikut ini kumpulan kata kata bijak yang memiliki makna yang dalam hingga...

12 Cara Mengatasi Kesedihan

Hidup seakan menjadi tidak nyata setelah kehilangan sesuatu yang sangat berarti. Belajar bagaimana cara menghadapinya, terlibat di dalamnya, dan...

Wanita: “Apakah kau mencintai saya lebih dari keluargamu?”

Pria: “Tidak..!”

Wanita: “Kenapa? Sampai hati kau buat aku seperti ini.”

Pria: “Saya punya alasan tersendiri.”

Wanita: “Baiklah, silahkan katakan, saya ingin mendengar alasanmu.”

Pria: “Saat saya terlahir ke alam dunia, bukan engkau yang membantu adzankan saya, tetapi ayah saya. Saat saya menangis di tengah-tengah malam, bukan engkau yang membantu menenangkanku, tetapi ibu saya. Jadi, tanpa kesabaran dan kesungguhan ibu dan bapak saya, siapalah saya? Sebab itu saya lebih menyayangi keluarga saya daripada engkau. Seperti yang saya katakan sebelum ini, menyayangimu adalah suatu keharusan. Akan tetapi, mencintai Allah dan rasul-Nya, ibu saya serta bapak saya adalah suatu kewajiban.”

Karena…

Dalam diamnya seorang ayah, sungguh berjuta kalimat tersembunyi.

Karena sudah menjadi tabi’at lelaki tak ingin terlihat lemah. Lalu dimana cintanya dapat terbaca?

Saat ia menyudut sepi, leleh airmata itu mengalir, memikirkan anak-anak dengan segala ceritanya.

Ia takkan pernah membawa duka di matanya, ia takkan membawa lelah di pundaknya, ia takkan pernah menyerah, walau bertukar nyawa.

.
Jika ibu perlambang kasih, maka ayah sang penjaga.

Jika ibu menuntun dengan kelembutan, ayah tampil dengan kewibaan.

Ketika ibu merasa tak mampu ayahlah yang menepuk pundaknya, memberikan spirit agar bangkit tak menyerah.

Sapaan lembut seorang ibu padamu, adalah terjemahaan keinginan ayahmu agar engkau bahagia selalu….

Seorang ayah selalu menempatkan dirimu dan ibumu diatas kepentingannya.

“Demi Kau dan Si Buah Hati”

Lalu ?

Dimana dirimu wahai ‘anak’ saat ayahmu membutuhkanmu ?

Kapan bahumu tegak dan mengatakan: “Ayah, Aku bangga sebagai anakmu dan akan kubuktikan padamu untuk menjaga kebanggaanmu”

Terima kasih tulus ku kepadamu, Ayah dan Ibu, juga terima kasih ku atas pengertianmu kepadaku, wahai teman hidupku. Terima kasih Allah, segala puji bagi Mu yang telah ‘memberikan’ mereka semua kepadaku…

- Advertisement -

SILAHKAN BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Postingan Terbaru

Tips Biar Banyak Teman

Bagaimana caranya biar kita semakin banyak teman, berikut sedikit tips, yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang ingin mempunyai...

Warisan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew berupa Penghargaan bagi Orang Tua

Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew telah meninggal dunia. Namun bukan hanya warisan berupa kedigjayaan negara Singapura yang berhasil menjadi salah satu negara makmur...

Bangkit dari Kegagalan – Sunil Mittal, Jajaran Orang Terkaya Dunia

Bagaimana kisah sukses dari para orang terkaya dunia? Simak salah satu kisah diantaranya, bagaimana Sunil Mittal mengawali bisnis, dan bangkit hingga masuk ke dalam...

Sulaiman Ar-Rajhi – Konglomerat lulusan SD yang Bikin Muadzin Malu

Hanya tamat sekolah dasar, namun dengan kegigihan usaha dan kedekatan kepada Allah SWT, maka Sulaiman Ar-Rajhi berhasil menjadi konglomerat. Bukan model konglomerat glamour yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -