Tuhan Lebih Tahu yang Terbaik: Kisah Tukang Tahu

Tuhan lebih tahu yang terbaik. Mari selalu berbaik sangka terhadap Allah. Meskipun yang terjadi terasa tidak nyaman. Membuat sedih dan kecewa, tapi sebaiknya sabar, tunggu ending-nya.

Begini kisahnya:

Ada seorang tukang tahu, setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar, Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya, Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah…

Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Allah agar dagangannya laris, Begitulah setiap hari sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis…

Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya untuk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba-tiba ia terpeleset kecemplung sawah, semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan, jangankan untung modal pun buntung…

Ia mengeluh kepada Allah, bahkan “menyalahkan” Allah, mengapa ia mendapat cobaan seperti ini. Padahal ia selalu berdo’a setiap pagi. Ia merasa sedih sekali, sekaligus kecewa.

Akhirnya ia pun pulang tidak jadi berdagang.Tapi dua jam kemudian ia mendengar kabar, bahwa angkot langganannya yang setiap hari ia naiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas.

Hanya ia satu-satunya calon penumpang yang selamat, “gara- gara” tahunya jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi berdagang dan membawa pulang tahu-tahunya yang sudah remek tadi.

Tapi tidak berhenti keterkejutannya. Pada sorenya ada seorang peternak bebek mencarinya dan hendak membeli tahu untuk makanan bebek. Namun anehnya peternak bebek itu tidak mau tahu yang bagus. Ia hanya mencari tahu yang rusak/hancur karena hanya untuk campuran makan bebek saja.

Spontan penjual tahu itu menangis bahagia karena tahunya yang remek dibeli semua oleh peternak bebek itu…

Hikmah kisah tukang tahu di atas..

Teruslah minta kepada Tuhan. Karena Allah mengabulkan semua doa. Namun, doa tidak harus dikabulkan sesuai permintaan, tapi terkadang diganti oleh Allah dengan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang diminta. Allah Maha Tahu kebutuhan kita, dibandingkan diri kita sendiri.

Karenanya, janganlah bosan berdoa, terus lah meminta kepada-Nya. Juga jangan menggerutu, apalagi mengutuk.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang manusia tidak mengetahui.”

Karena bila Allah menjawab do’amu, Ia sedang menambahkan imanmu. Sementara jika Ia menundanya, Ia sedang menambahkan kesabaranmu. Adapun jika Ia tidak menjawab do’amu, Ia sedang mempersiapkan yang jauh lebih baik untukmu.”

Tengok kisah Tukang Tahu di atas. Umumnya manusia akan diliputi rasa kecewa, kesal, bahkan marah. Namun teruslah berbaik sangka.

Tetaplah bersabar, berbaik sangka lah, berhusnudzonlah…!

Karena Tuhan lebih tahu yang terbaik untuk kita.

Berita sebelumyaArti dan Makna Produktivitas
Berita berikutnyaBirunya Langit Hari Ini

SILAHKAN BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.